• Latest
Alun-Alun Sidoarjo: Dari Ruang Kosmologi Jawa ke Ikon Kota Modern

Alun-Alun Sidoarjo: Dari Ruang Kosmologi Jawa ke Ikon Kota Modern

2 February 2026

Flagman Casino Opinie w Polsce – Ocena Platformy, Gier i Płatności

18 July 2026

Mad Casino Avis en France – analyse des avantages et services du casino en ligne

18 July 2026
MTs Ma’arif NU Ngaban Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Program Modern Language School

MTs Ma’arif NU Ngaban Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Program Modern Language School

17 July 2026

Онлайн казино Dragon Money (Драгон Мани) – игровой ассортимент

16 July 2026

Mostbet w Polsce – oferta gier

16 July 2026

Ice Casino Polska z największymi jackpotami w Polsce

16 July 2026

Vavada online casino w Polsce – oferta promocyjna

16 July 2026

F1 Casino dla Polski – Obsługa klienta i dostępne metody kontaktu

16 July 2026

Lemon Casino – Online Casino Recenzje

16 July 2026

Lemon Casino – Kasyno Online Oficjalna Strona

16 July 2026
Sayap dan Cita-cita : MPLS SDN Trosobo 2 Dimulai dengan Lepas Ratusan Burung

Sayap dan Cita-cita : MPLS SDN Trosobo 2 Dimulai dengan Lepas Ratusan Burung

14 July 2026
Majesta Wedding Open House pada Hari Kedua Angkat Seni Rias Paes Ageng Jogja

Majesta Wedding Open House pada Hari Kedua Angkat Seni Rias Paes Ageng Jogja

9 July 2026
BanggaSidoarjo.id
  • Home
  • News
  • Public Service
  • Olahraga
  • Hukum & Peristiwa
  • Mode
  • Politik
  • Pemerintahan
  • News
  • EKOBIS
  • Advertorial
  • Opini
  • Bangga Sidoarjo
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Public Service
  • Olahraga
  • Hukum & Peristiwa
  • Mode
  • Politik
  • Pemerintahan
  • News
  • EKOBIS
  • Advertorial
  • Opini
  • Bangga Sidoarjo
No Result
View All Result
BanggaSidoarjo.id

Alun-Alun Sidoarjo: Dari Ruang Kosmologi Jawa ke Ikon Kota Modern

News by News
2 February 2026
in Bangga Sidoarjo, EKOBIS, News, Pemerintahan
0
Alun-Alun Sidoarjo: Dari Ruang Kosmologi Jawa ke Ikon Kota Modern

Pemandangan udara Alun-alun Sidoarjo yang kini telah direvitalisasi menjadi ruang publik modern dengan tetap mempertahankan elemen ikonik kota.

SIDOARJO – Alun-alun Sidoarjo yang kini tampil rapi, hijau, dan modern sejatinya lahir dari sebuah ruang kosmologis bernama Alon-Alon Sidho-Ardjo. Sejak 1 Juni 1860, kawasan ini menjadi pusat baru tata kota Sidokare setelah dipindahkan oleh Raden Toemenggoeng Pandji Tjokro Adi Negoro atau Bupati Sidoarjo pertama dari alun-alun lama di sekitar Masjid Al Abror Kauman.

Foto udara tahun 1946 memperlihatkan wajah alun-alun Sidoarjo sebagai ruang terbuka luas dengan jalur-jalur sederhana yang membelah lapangan. Kawasan ini masih didominasi hamparan tanah dan pepohonan, mencerminkan konsep awal alun-alun sebagai ruang kosong sakral yang memberi jarak antara kekuasaan dan rakyat.

Pegiat Sejarah Sidoarjo, dr. Sudi Harjanto, menuturkan bahwa alun-alun pada masa itu bukan sekadar lapangan kota. “Ia dirancang sebagai pusat kosmologi Jawa, tempat bertemunya simbol kekuasaan, agama, keamanan, dan rakyat dalam satu harmoni,” jelasnya.

Dalam konsep tersebut, pendopo berfungsi sebagai representasi pemimpin, masjid sebagai simbol spiritual, sementara penjara menandai aspek keamanan. Tata letak ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling mengikat dalam filosofi keseimbangan hidup masyarakat Jawa.

Jejak simbolik lainnya tampak pada keberadaan gajahan atau kandang gajah yang dahulu ada di sekitar alun-alun. Menurut dr. Sudi, gajah merupakan lambang tahta dan legitimasi kekuasaan. “Kehadiran gajah menegaskan kewibawaan pemimpin pada zamannya,” ujarnya.

Salah satu elemen paling kuat adalah pohon beringin yang berdiri di tengah alun-alun. Beringin melambangkan raja sebagai pengayom rakyat, sekaligus simbol hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan dalam konsep manunggaling kawulo lan Gusti.

Foto tahun 1978 dan 1990 menunjukkan perubahan bertahap. Bangunan pendopo mulai tampil dominan dengan arsitektur joglo yang lebih tegas, sementara alun-alun mulai dipoles sebagai ruang seremonial, bukan lagi semata ruang sakral terbuka.

Memasuki era modern, wajah alun-alun Sidoarjo berubah drastis. Revitalisasi menghadirkan taman tematik, jalur pedestrian, monumen, pencahayaan artistik, serta area rekreasi keluarga. Ruang kosong kosmologis bergeser menjadi ruang publik aktif yang ramai aktivitas.

“Secara fungsi sosial memang lebih hidup sekarang, tetapi makna filosofisnya mengalami pergeseran,” kata dr. Sudi. Ia menilai, alun-alun kini lebih menonjolkan estetika dan kebutuhan rekreasi ketimbang simbol keseimbangan manusia, alam, dan Tuhan.

Meski demikian, jejak Alon-Alon Sidho-Ardjo belum sepenuhnya hilang. Ia masih hidup dalam ingatan, arsip foto, dan narasi sejarah, menjadi pengingat bahwa alun-alun Sidoarjo pernah menjadi pusat semesta kecil yang sarat makna, jauh sebelum menjadi ikon kota modern seperti hari ini. (Zen)

Tags: #AlunAlunSidoarjo#Heritage#InfoSidoarjo#SejarahSidoarjo#Sidoarjo#TataKota
News

News

Next Post
Jelang Operasi Semeru, Polresta Sidoarjo Prioritaskan Edukasi Keselamatan Berkendara

Jelang Operasi Semeru, Polresta Sidoarjo Prioritaskan Edukasi Keselamatan Berkendara

Weekend Jadi Titik Rawan Parkir Alun-alun Sidoarjo, Dishub Siapkan Lahan Alternatif

Weekend Jadi Titik Rawan Parkir Alun-alun Sidoarjo, Dishub Siapkan Lahan Alternatif

Polsek Taman Luncurkan Kopi Pak Bhabin dan Jamu Ibu Bhabin, Perkuat Public Trust Warga

Polsek Taman Luncurkan Kopi Pak Bhabin dan Jamu Ibu Bhabin, Perkuat Public Trust Warga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BanggaSidoarjo.id

© 2021 Bangga Sidoarjo - Sajikan Informasi dan Inspirasi.

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Public Service
  • Olahraga
  • Hukum & Peristiwa
  • Mode
  • Politik
  • Pemerintahan
  • News
  • EKOBIS
  • Advertorial
  • Opini
  • Bangga Sidoarjo

© 2021 Bangga Sidoarjo - Sajikan Informasi dan Inspirasi.

fastbet IT