SIDOARJO – Hari pertama sekolah di SD Negeri Trosobo 2, Taman, Sidoarjo, terasa berbeda. Halaman sekolah dipenuhi tawa, seragam baru, dan ratusan burung yang siap dilepas ke langit. Bukan sekadar penyambutan biasa, ini adalah pembuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang dikemas penuh makna.
Aksi simbolis melepas burung jadi pembuka MPLS tahun ini. Ratusan ekor burung diterbangkan bersama-sama oleh siswa baru, guru, dan wali murid. Sayap-sayap kecil itu mengepak serentak, disambut tepuk tangan dan sorak riuh anak-anak yang baru pertama kali duduk di bangku SD.
Kepala Sekolah SD Trosobo 2, Eka Ratnawati, mengatakan pelepasan burung bukan sekadar seremoni. Ada doa dan kepercayaan yang dititipkan di dalamnya.
“Maknanya adalah melepaskan harapan dan cita-cita setinggi langit. Ini juga simbol bahwa wali murid mengikhlaskan dan mempercayakan putra-putrinya selama enam tahun ke depan untuk bersekolah di SD kami,” ujar Eka di sela acara.
Sebelum burung-burung itu dilepas, pagi dimulai dengan budaya 3S: Senyum, Salam, Sapa. Lalu dilanjut upacara bendera dengan konsep khusus. Siswa baru dilatih bertugas seperti Paskibraka untuk menanamkan rasa nasionalisme sejak hari pertama. Tercatat lebih dari seratus ekor burung ikut diterbangkan dalam prosesi tersebut.
Seperti hari pertama sekolah pada umumnya, ada juga cerita lucu. Beberapa anak masih tampak menguap, efek bangun pagi setelah libur panjang. Tapi kantuk itu cepat hilang begitu kegiatan MPLS dimulai. Semua dikemas interaktif, ramah anak, dan jauh dari kesan menegangkan.
Fahima, salah satu siswa baru, mengaku paling senang karena dapat banyak teman.
“Senang. Banyak teman baru juga,” katanya polos.
Saat ditanya soal pelajaran di kelas, ia langsung semangat: “Diajarinya seru banget.”
Momen paling menarik datang saat Fahima ditanya tentang cita-citanya yang “ikut diterbangkan” bersama burung-burung tadi. Tanpa ragu ia menjawab.
“Cita-citanya mau jadi YouTuber,” ucapnya sambil tersenyum lebar.
Lewat MPLS yang edukatif dan menyenangkan ini, SD Trosobo 2 ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Harapannya sederhana: anak-anak bisa tumbuh optimal dan berani mengejar cita-cita mereka, setinggi langit seperti burung-burung yang terbang pagi itu.











