• Latest
Bukan Nama Masakan, Ini Jejak Sejarah di Balik Nama Dusun Jangan Asem Jabon

Bukan Nama Masakan, Ini Jejak Sejarah di Balik Nama Dusun Jangan Asem Jabon

29 January 2026

Flagman Casino Opinie w Polsce – Ocena Platformy, Gier i Płatności

18 July 2026

Mad Casino Avis en France – analyse des avantages et services du casino en ligne

18 July 2026
MTs Ma’arif NU Ngaban Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Program Modern Language School

MTs Ma’arif NU Ngaban Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Program Modern Language School

17 July 2026

Онлайн казино Dragon Money (Драгон Мани) – игровой ассортимент

16 July 2026

Mostbet w Polsce – oferta gier

16 July 2026

Ice Casino Polska z największymi jackpotami w Polsce

16 July 2026

Vavada online casino w Polsce – oferta promocyjna

16 July 2026

F1 Casino dla Polski – Obsługa klienta i dostępne metody kontaktu

16 July 2026

Lemon Casino – Online Casino Recenzje

16 July 2026

Lemon Casino – Kasyno Online Oficjalna Strona

16 July 2026
Sayap dan Cita-cita : MPLS SDN Trosobo 2 Dimulai dengan Lepas Ratusan Burung

Sayap dan Cita-cita : MPLS SDN Trosobo 2 Dimulai dengan Lepas Ratusan Burung

14 July 2026
Majesta Wedding Open House pada Hari Kedua Angkat Seni Rias Paes Ageng Jogja

Majesta Wedding Open House pada Hari Kedua Angkat Seni Rias Paes Ageng Jogja

9 July 2026
BanggaSidoarjo.id
  • Home
  • News
  • Public Service
  • Olahraga
  • Hukum & Peristiwa
  • Mode
  • Politik
  • Pemerintahan
  • News
  • EKOBIS
  • Advertorial
  • Opini
  • Bangga Sidoarjo
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Public Service
  • Olahraga
  • Hukum & Peristiwa
  • Mode
  • Politik
  • Pemerintahan
  • News
  • EKOBIS
  • Advertorial
  • Opini
  • Bangga Sidoarjo
No Result
View All Result
BanggaSidoarjo.id

Bukan Nama Masakan, Ini Jejak Sejarah di Balik Nama Dusun Jangan Asem Jabon

News by News
29 January 2026
in Bangga Sidoarjo, News, Opini
0
Bukan Nama Masakan, Ini Jejak Sejarah di Balik Nama Dusun Jangan Asem Jabon

Dusun di Desa Trompoasri, Jabon, Sidoarjo, yang memiliki sejarah unik terkait menjangan dan pohon asem.

SIDOARJO – Nama Dusun Jangan Asem di Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, kerap memancing senyum bagi orang yang baru mendengarnya. Tak sedikit yang mengira nama tersebut berkaitan dengan menu sayur asem. Namun di balik kesan jenaka itu, tersimpan kisah lama yang menjadi bagian dari sejarah lokal Sidoarjo.

Dusun yang berada di wilayah selatan Kabupaten Sidoarjo ini memiliki cerita turun-temurun yang terus hidup di tengah masyarakat. Warga setempat menyebut, nama Jangan Asem berasal dari peristiwa di masa lampau yang berkaitan dengan alam sekitar, bukan kebiasaan makan warga seperti yang sering disangka.

Mia, salah satu warga Dusun Jangan Asem, mengungkapkan bahwa cerita tersebut ia dengar langsung dari para sesepuh desa sejak kecil. Kala itu, kawasan tersebut dikenal sebagai habitat rusa atau menjangan dan dipenuhi pepohonan asem.

“Yang sering diceritakan mbah-mbah dulu, ada seekor menjangan yang mati di bawah pohon asem. Dari situ muncul sebutan ‘Njangan Asem’, lalu lama-kelamaan berubah pengucapannya menjadi Jangan Asem,” kata Mia.

Kisah penamaan tersebut dinilai selaras dengan kajian toponimi atau ilmu tentang asal-usul nama tempat. Ketua Komunitas Sidoarjo Masa Kuno, dr. Sudi Harjanto, menjelaskan bahwa banyak wilayah di Sidoarjo memang dinamai berdasarkan kondisi lingkungan alam pada masanya.

“Kalau menelusuri peta lama dan catatan era kolonial, cukup banyak nama desa di Sidoarjo yang berasal dari nama tumbuhan atau vegetasi dominan, seperti Pilang dan Pejarakan. Jumlahnya bisa mencapai ratusan,” jelas Sudi.

Selain faktor alam, Sudi menambahkan, sejumlah nama tempat juga lahir dari peristiwa khusus atau simbol budaya yang kuat. Ia menyebut, nama-nama unik seperti Bokongduwur, Bokongngisor, hingga Jangan Asem bahkan sudah tercatat dalam peta kuno sejak awal abad ke-19.

Menurutnya, memahami asal-usul nama daerah bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menjaga identitas dan memori kolektif masyarakat. “Toponimi adalah cara orang-orang terdahulu membaca lingkungannya. Nama-nama itu adalah warisan budaya yang penting untuk terus dirawat,” pungkasnya. (Zen)

Tags: #InfoSidoarjo#JabonSidoarjo#JanganAsem#SejarahSidoarjo#Sidoarjo
News

News

Next Post
Pemkab Sidoarjo Integrasikan Jalan Perumahan untuk Kurangi Kepadatan Lalu Lintas

Pemkab Sidoarjo Integrasikan Jalan Perumahan untuk Kurangi Kepadatan Lalu Lintas

Nama-nama Bupati Sidoarjo Dari Era Kolonial ke Era Modern

Nama-nama Bupati Sidoarjo Dari Era Kolonial ke Era Modern

Tahun ini, Pemkab Sidoarjo Rencana Bakal Bangun Dua Puskesmas Baru

Tahun ini, Pemkab Sidoarjo Rencana Bakal Bangun Dua Puskesmas Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BanggaSidoarjo.id

© 2021 Bangga Sidoarjo - Sajikan Informasi dan Inspirasi.

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Public Service
  • Olahraga
  • Hukum & Peristiwa
  • Mode
  • Politik
  • Pemerintahan
  • News
  • EKOBIS
  • Advertorial
  • Opini
  • Bangga Sidoarjo

© 2021 Bangga Sidoarjo - Sajikan Informasi dan Inspirasi.