• Latest

Napak Tilas Perjuangan Ulama, PCNU Sidoarjo Ziarahi 18 Makam Muassis NU

24 January 2026

Flagman Casino Opinie w Polsce – Ocena Platformy, Gier i Płatności

18 July 2026

Mad Casino Avis en France – analyse des avantages et services du casino en ligne

18 July 2026
MTs Ma’arif NU Ngaban Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Program Modern Language School

MTs Ma’arif NU Ngaban Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Program Modern Language School

17 July 2026

Онлайн казино Dragon Money (Драгон Мани) – игровой ассортимент

16 July 2026

Mostbet w Polsce – oferta gier

16 July 2026

Ice Casino Polska z największymi jackpotami w Polsce

16 July 2026

Vavada online casino w Polsce – oferta promocyjna

16 July 2026

F1 Casino dla Polski – Obsługa klienta i dostępne metody kontaktu

16 July 2026

Lemon Casino – Online Casino Recenzje

16 July 2026

Lemon Casino – Kasyno Online Oficjalna Strona

16 July 2026
Sayap dan Cita-cita : MPLS SDN Trosobo 2 Dimulai dengan Lepas Ratusan Burung

Sayap dan Cita-cita : MPLS SDN Trosobo 2 Dimulai dengan Lepas Ratusan Burung

14 July 2026
Majesta Wedding Open House pada Hari Kedua Angkat Seni Rias Paes Ageng Jogja

Majesta Wedding Open House pada Hari Kedua Angkat Seni Rias Paes Ageng Jogja

9 July 2026
BanggaSidoarjo.id
  • Home
  • News
  • Public Service
  • Olahraga
  • Hukum & Peristiwa
  • Mode
  • Politik
  • Pemerintahan
  • News
  • EKOBIS
  • Advertorial
  • Opini
  • Bangga Sidoarjo
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Public Service
  • Olahraga
  • Hukum & Peristiwa
  • Mode
  • Politik
  • Pemerintahan
  • News
  • EKOBIS
  • Advertorial
  • Opini
  • Bangga Sidoarjo
No Result
View All Result
BanggaSidoarjo.id

Napak Tilas Perjuangan Ulama, PCNU Sidoarjo Ziarahi 18 Makam Muassis NU

News by News
24 January 2026
in Bangga Sidoarjo, News, Opini
0

Suasana doa bersama rombongan PCNU Sidoarjo di salah satu makam pendiri NU.

SIDOARJO – PCNU Sidoarjo menggelar kegiatan Ziarah Muassis NU dalam rangka memperingati Harlah Nahdlatul Ulama ke-103, Sabtu (24/1). Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini menjadi agenda rutin tahunan sebagai bentuk khidmah dan penghormatan kepada para pendiri serta tokoh-tokoh NU yang berjasa membangun organisasi di Kabupaten Sidoarjo.

Sekretaris PCNU Sidoarjo, K.H. Agus Mahbub Ubaidillah, menjelaskan bahwa ziarah muassis kali ini dibagi menjadi tiga rombongan. “Kegiatan hari ini merupakan kegiatan rutin setiap Harlah NU di Sidoarjo. Dibagi menjadi tiga rombongan, yakni rombongan selatan, tengah, dan barat,” ujarnya.

Menurutnya, pembagian rombongan tersebut dilakukan untuk menjangkau seluruh titik makam ulama NU yang tersebar di berbagai wilayah. “Total hari ini ada 18 titik makam di seluruh Kabupaten Sidoarjo, meliputi wilayah Sidoarjo Tengah, Barat, dan Timur,” kata Kiai Agus.

Ia menegaskan, ziarah muassis bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga sarana menanamkan nilai sejarah dan perjuangan NU kepada kader. “Ini bagian dari khidmah kita di NU, menghargai jasa-jasa para leluhur Nahdlatul Ulama yang telah membangun organisasi di Sidoarjo. Kita mengeling-eling, nguri-nguri jasa beliau-beliau agar perjuangannya bisa kita lanjutkan,” tuturnya.

Salah satu titik penting ziarah adalah makam KH Hosein Idris, tokoh sentral pendirian NU di wilayah Sidoarjo. Dalam kesempatan tersebut, cucu KH Hosein Idris, H. Ahmad Humam, mengungkapkan sejarah awal berdirinya NU di kawasan Sepanjang.

“NU itu berdiri di sini bermula tahun 1928. Waktu itu ada dua santri, Kiai Hamim Syahid dan Kiai Hosein Idris. Mereka dipanggil ke Jombang oleh Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari, lalu diminta kembali ke daerah Sepanjang untuk mendirikan NU,” jelas Ahmad Humam.

Ia menyebutkan bahwa ranting NU pertama di Indonesia berdiri di wilayah Sepanjang. “Tahun 1928 berdirilah NU ranting pertama se-Indonesia, namanya Kring Bebekan. Lokasinya dulu ada di rumah sebelah sini,” tambahnya.

Ahmad Humam juga menegaskan bahwa ziarah ke makam para pendiri NU di Sidoarjo selalu dilakukan setiap peringatan Harlah NU. “Setiap Harlah NU pasti ada ziarah ke makam pendiri NU Sidoarjo. Ketua NU pertama itu Mbah KH Hosein Idris,” katanya.

Terkait perawatan makam dan langgar bersejarah tersebut, ia menyebut masih dikelola oleh keluarga. “Pengurusannya masih keluarga. Langgar ini sampai sekarang tidak masuk dalam waris, jadi masih utuh milik Mbah Buyut,” pungkasnya.

Melalui kegiatan Ziarah Muassis NU ini, PCNU Sidoarjo berharap semangat perjuangan para ulama pendiri NU terus hidup dan menjadi teladan bagi generasi muda dalam mengawal Indonesia menuju peradaban yang mulia. (Zen)

Tags: #HarlahNU103#NahdlatulUlama#PCNUSidoarjo#SejarahNU#ZiarahMuassis
News

News

Next Post

Menjaga Ingatan Sejarah NU dari Sebuah Rumah Tua di Sepanjang

BMKG Juanda Keluarkan Peringatan Dini, Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Jatim hingga Akhir Januari

BMKG Juanda Keluarkan Peringatan Dini, Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Jatim hingga Akhir Januari

Satpol PP Intensif Tertibkan Pasar Tumpah di Jalur Perbatasan Sidoarjo-Surabaya

Satpol PP Intensif Tertibkan Pasar Tumpah di Jalur Perbatasan Sidoarjo-Surabaya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BanggaSidoarjo.id

© 2021 Bangga Sidoarjo - Sajikan Informasi dan Inspirasi.

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Public Service
  • Olahraga
  • Hukum & Peristiwa
  • Mode
  • Politik
  • Pemerintahan
  • News
  • EKOBIS
  • Advertorial
  • Opini
  • Bangga Sidoarjo

© 2021 Bangga Sidoarjo - Sajikan Informasi dan Inspirasi.