SIDOARJO – Warga Perumahan Mutiara Regency mengambil langkah pengamanan mandiri dengan memasang pembatas seng di perbatasan Mutiara City. Langkah ini dilakukan dua hari setelah Satpol PP Kabupaten Sidoarjo mengeksekusi pembongkaran tembok pembatas demi membuka akses integrasi jalan.
Pembatas darurat tersebut dipasang sebagai bentuk kekhawatiran warga terhadap potensi gangguan keamanan. Pasalnya, pembukaan akses jalan dinilai belum diiringi dengan sistem pengamanan yang memadai.
Petugas keamanan Mutiara Regency, Saifudin, mengatakan pemasangan seng dilakukan agar jalur tersebut tidak terbuka bebas sebelum ada kepastian kebijakan lanjutan dari pemerintah.
“Kami pasang pembatas supaya aksesnya tidak langsung terbuka. Ini demi keamanan lingkungan perumahan,” ucapnya.
Menurut Saifudin, kondisi sempat cukup rawan sehari setelah tembok dirobohkan. Warga bersama satpam bahkan harus berjaga hingga malam hari untuk memastikan situasi tetap terkendali.
“Setelah kejadian itu, kami sepakat meningkatkan pengamanan. Sekarang penjagaan dilakukan 24 jam penuh, bergantian tiap shift, khususnya di titik perbatasan,” tambahnya.
Di sisi lain, Satpol PP Kabupaten Sidoarjo menegaskan masih menunggu hasil hearing DPRD terkait penanganan lanjutan di kawasan tersebut. Hingga kini, pemasangan seng oleh warga belum menjadi sasaran penindakan.
Plt Kabid Tibumtranmas Satpol PP Sidoarjo, Raden Novianto Koesno Adi Putro, menyebut pihaknya fokus menjaga ketertiban dan mencegah konflik susulan.
“Belum ada tindakan terhadap pembatas seng. Kami masih menunggu hasil hearing DPRD dan hanya melakukan pengamanan,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Satpol PP bersama aparat kepolisian menyiagakan personel gabungan di lokasi selama 24 jam.
“Kami tidak ingin kecolongan. Pengamanan terus dilakukan agar situasi tetap aman dan kondusif,” tegas Novianto.
Diketahui, pembukaan akses jalan ini bertujuan mengurai kemacetan di wilayah Desa Banjarbendo. Namun, di sisi lain, warga berharap aspek keamanan lingkungan tetap menjadi prioritas dalam setiap kebijakan yang diambil. (Zen)