SIDOARJO — Kabupaten Sidoarjo telah mengalami perjalanan panjang dalam sistem pemerintahannya sejak pertama kali berdiri sebagai sebuah wilayah administratif di bawah pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Sejak saat itu, deretan tokoh telah memimpin daerah kota Delta ini dari bupati bergelar bangsawan pada masa kolonial, hingga politisi modern dalam era demokrasi Indonesia saat ini.
1. Bupati pada Masa Kolonial dan Transisi Kemerdekaan
Perjalanan kepemimpinan dimulai dengan RT. Notopuro bergelar Tjokronegoro I, yang menjabat sebagai bupati pertama Sidoarjo 1859–1863 usai pemisahan dari Kabupaten Surabaya. Masa kepemimpinannya menandai awal struktur pemerintahan formal di Sidokare (nama awal Sidoarjo) termasuk pembangunan infrastruktur seperti Masjid Jami’ di Pekauman.
Penggantinya, Tjokronegoro II (1863–1882), melanjutkan pembangunan dan perbaikan fasilitas publik. Sepanjang era kolonial juga tercatat bupati singkat seperti RP. Sumodirejo (1882) dan RT. Panji Tjondro Winoto (1882–1883) yang mengisi kekosongan pemerintahan sementara.
Seiring berjalannya waktu, pemerintahan kolonial juga menunjuk tokoh-tokoh seperti RA. Adipati Tjondro Negoro I (1883–1906) dan RA. Ario Tjondronegoro II (1907–1924) yang memimpin daerah ini hingga vakumnya pemerintahan pasca perang dunia pertama. Kemudian pada 1926, RTA. Sumodipoetro (1926–1932) dan RT. Soejadi (1933–1949) membawa Sidoarjo hingga masa pendudukan Jepang dan fase pergolakan kemerdekaan.
Meskipun periode 1946–1949 sempat berada di bawah pemerintahan Recomba (administrasi Belanda), setelah kedaulatan RI diakui, pemerintahan daerah kembali ke tangan republik. Pada masa ini sempat tercatat K. Ng. Soebakti Poespanoto dan R. Suharto sebagai kepala sementara sebelum sistem pemerintahan definitif dibentuk.
2. Era Republik: Kepemimpinan di Abad ke-20 (Orde lama)
Setelah kemerdekaan, struktur pemerintahan formal kembali disusun. R. Suriadi Kertosuprojo (1950–1958) dilantik sebagai bupati pertama pasca kemerdekaan RI, diikuti oleh sederet tokoh penting seperti H.A. Chudori Amir (1958–1959) dan R.H. Samadikoen (1959–1964).
3. Sidoarjo era Orde Baru
Periode berikutnya dipenuhi oleh tokoh dari latar belakang militer yang populer pada era Orde Baru:
Kol. Pol. H.R. Soedarsono (1965–1975)
Kol. Pol. H. Soewandi (1975–1985)
Kol. Art. Soegondo (1985–1990)
Kol. Inf. Edhi Sanyoto (1990–1995)
Kol. Inf. H. Soedjito (1995–2000)
Masa ini ditandai dengan dominasi latar belakang militer dalam pemerintahan daerah, sejalan dengan struktur politik nasional saat itu yang dipimpin oleh Presiden Soeharto.
4. Era Reformasi dan Pemerintahan Sipil
Memasuki era reformasi pasca pergolakan pada tahun 1998, jabatan kepala daerah turut bergeser ke pemerintahan sipil dan tata demokrasi modern. Lompatan signifikan terjadi saat Drs. Win Hendrarso memimpin mulai 2000–2010, menjadi salah satu bupati sipil pertama di era reformasi modern awal milenium.
Setelahnya, H. Saiful Ilah memimpin dua periode berturut-turut, yakni 2010–2015 dan 2015–2021 (bersama dua wakil yang berbeda).
Pada periode selanjutnya, Ahmad Muhdlor Ali dilantik pada 26 Februari 2021, menjabat hingga 2024, sebelum berakhirnya masa jabatan karena peristiwa hukum yang menimpanya. Pada Pilkada 2024, pasangan Subandi dan Hj. Mimik Idayana memenangkan kontestasi. Keduanya resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo pada 20 Februari 2025, menandai babak baru kepemimpinan daerah yang lebih modern dan berorientasi pada pembangunan.
Deretan nama-nama yang memimpin Sidoarjo dari masa ke masa tidak hanya sekadar daftar administrasi, melainkan juga cermin dari perjalanan demokrasi lokal dan perubahan struktur pemerintahan Indonesia dari kolonial hingga republik demokratis. Kepemimpinan yang berganti menggambarkan dinamika sosial-politik yang terus berkembang, serta tantangan yang terus dihadapi oleh setiap bupati dalam mengarahkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sidoarjo.
Daftar Bupati Sidoarjo :
1. R.T. Notopuro (Tjokronegoro I) – 1859–1863
2. R.T. Tjokronegoro II – 1863–1882
3. R.P. Sumodirejo – 1882
4. R.T. Panji Tjondro Winoto – 1882–1883
5. R.A. Adipati Tjondronegoro I – 1883–1906
6. R.A. Ario Tjondronegoro II – 1907–1924
7. R.T.A. Sumodipoetro – 1926–1932
8. R.T. Soejadi – 1933–1949
9. K.Ng. Soebakti Poespanoto – sekitar 1949–1950 (kepala daerah sementara)
10. R. Suriadi Kertosuprojo – 1950–1958
11. H.A. Chudori Amir – 1958–1959
12. R.H. Samadikoen – 1959–1964
13. Kol. Pol. H.R. Soedarsono – 1965–1975
14. Kol. Pol. H. Soewandi – 1975–1985
15. Kol. Art. Soegondo – 1985–1990
16. Kol. Inf. Edhi Sanyoto – 1990–1995
17. Kol. Inf. H. Soedjito – 1995-2000
18. Drs. Win Hendrarso – 2000–2010
19. H. Saiful Ilah, S.H., M.Hum. – 2010–2021
20. Ahmad Muhdlor Ali – 2021–2024
21. Subandi – 2025 – sampai sekarang