SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar khitan massal gratis sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 tahun 2026. Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, diikuti oleh 165 anak dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.
Pelaksanaan khitan massal ini melibatkan puluhan tenaga kesehatan dari RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo serta sejumlah puskesmas. Proses khitan dilakukan secara bertahap, dengan puluhan anak ditangani secara bersamaan di ruang perawatan yang telah disiapkan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sidoarjo, Ainun Amalia, yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo H. Subandi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian sosial pemerintah daerah. Menurutnya, kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi Pemkab Sidoarjo dengan Baznas Kabupaten Sidoarjo. “Kami mengapresiasi Baznas Sidoarjo yang secara konsisten menghadirkan program-program kemaslahatan umat,” ujar Ainun.
Ia menambahkan, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan secara amanah mampu menjadi kekuatan sosial yang besar bagi masyarakat. “Di tengah dinamika tantangan ekonomi dan sosial, Baznas menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan Sidoarjo yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh,” tuturnya.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Ainun juga menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo untuk terus menghadirkan kebijakan pro-kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan, melalui sinergi dengan Baznas, dunia usaha, dan berbagai lembaga sosial. “Dengan kolaborasi seluruh elemen, kami optimistis Sidoarjo akan tumbuh kuat secara ekonomi, sosial, dan budaya,” katanya.
Ketua Baznas Kabupaten Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar, menyampaikan bahwa khitan massal gratis telah menjadi agenda rutin Baznas setiap peringatan hari jadi daerah. Selain layanan khitan, peserta juga menerima uang tunai Rp250 ribu serta paket perlengkapan berupa sarung, busana muslim, kopiah, celana hitam, dan tas sekolah. “Program ini kami hadirkan untuk meringankan beban kebutuhan masyarakat Sidoarjo,” ungkapnya.
Sementara itu, Ima, warga Desa Keboananom, Kecamatan Gedangan, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Ia menuturkan keikutsertaan putranya berawal dari keinginan sang anak yang ingin segera dikhitan. “Ayahnya tahu informasi khitan massal dari internet. Kebetulan Adif memang minta dikhitan, jadi kami langsung daftar,” pungkasnya. (Zen)