SIDOARJO – Suasana ceria mewarnai Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo saat Gebyar Literasi Anak digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167, Senin (2/2). Puluhan anak dari jenjang KB, TK, hingga SD tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan edukatif.
Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan literasi sejak dini dengan pendekatan yang menyenangkan. Tidak hanya membaca, anak-anak juga diajak mengenal sejarah, budaya, dan identitas daerah melalui aktivitas kreatif.
Kepala Bidang Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Erna Kusumawati, menyampaikan bahwa literasi memiliki makna yang lebih luas dari sekadar kemampuan membaca dan menulis.
“Literasi juga tentang menanamkan nilai, karakter, dan sejarah daerah. Anak-anak kami ajak belajar sambil bermain agar pesan yang disampaikan bisa lebih mudah diterima,” katanya.
Ia menuturkan, salah satu nilai yang dikenalkan adalah budaya menabung yang telah dikenal masyarakat Sidoarjo sejak masa lampau. Nilai tersebut diambil dari kisah sejarah lokal yang relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda.
“Budaya menabung itu sudah ada sejak dulu. Kami ingin anak-anak mengenal dan meneladani kebiasaan baik tersebut sejak usia dini,” ujar Erna.
Selain nilai sejarah, identitas Kabupaten Sidoarjo juga diperkenalkan melalui simbol huruf “S” yang dibentuk dari udang dan bandeng. Menurut Erna, pendekatan visual seperti ini lebih efektif untuk anak-anak.
“Dengan mewarnai, anak-anak lebih mudah mengenali bahwa Sidoarjo identik dengan udang dan bandeng,” tambahnya.
Kehadiran Yuk Cilik Sidoarjo turut menambah semangat peserta sekaligus mengenalkan potensi wisata dan budaya daerah. Melalui Gebyar Literasi Anak ini, Pemkab Sidoarjo menegaskan komitmennya membangun generasi yang literat, berkarakter, dan mencintai daerahnya. (Zen)