SIDOARJO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo mencatat kondisi cuaca di Jawa Timur masih didominasi hujan dengan intensitas bervariasi. Hal tersebut berdasarkan pantauan pos hujan dan pemutakhiran sejumlah peta monitoring cuaca pada Dasarian II Januari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut di wilayah Jawa Timur pada umumnya masih berada pada kriteria “masih ada hujan hingga updating” sampai dengan “sangat pendek”. Kondisi ini menandakan potensi hujan masih terus terjadi di sebagian besar wilayah.
“HTH di Jawa Timur relatif pendek, artinya hujan masih sering terjadi dan belum ada indikasi periode kering yang signifikan,” ujar Taufiq Hermawan.
BMKG Juanda juga mencatat distribusi curah hujan pada Dasarian II Januari 2026 di Jawa Timur bervariasi, mulai dari kriteria rendah hingga sangat tinggi. Curah hujan dengan kategori sangat tinggi terpantau di sebagian kecil wilayah seperti Kota Blitar serta Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Lumajang, Pamekasan, Pasuruan, Probolinggo, Sampang, Situbondo, dan Sumenep.
Untuk Dasarian III Januari 2026, curah hujan di Jawa Timur diprediksi berada pada kriteria menengah, yakni antara 51 hingga 150 milimeter. “Secara deterministik, curah hujan dasarian ketiga Januari diprakirakan menengah, dengan peluang probabilistik lebih dari 80 persen,” jelas Taufiq.
BMKG Juanda juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah wilayah di Sidoarjo dilaporkan mengalami hujan lebat disertai angin kencang yang berpotensi menimbulkan dampak seperti genangan, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG, terutama saat terjadi hujan lebat dan angin kencang, agar dapat mengantisipasi risiko yang mungkin muncul,” pungkas Taufiq Hermawan. (Zen)