SIDOARJO – Satpol PP Kabupaten Sidoarjo meningkatkan pengawasan dan penertiban di kawasan Pasar Tumpah Waru sebagai upaya menjaga kelancaran lalu lintas dan kenyamanan masyarakat di wilayah perbatasan Sidoarjo–Surabaya.
Kawasan Waru dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi pintu masuk utama Kabupaten Sidoarjo. Oleh karena itu, penataan wilayah tersebut terus dilakukan agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak mengganggu ketertiban umum dan citra daerah.
Kasi Opsdal Satpol PP Kabupaten Sidoarjo, Novianto, mengatakan keberadaan pasar tumpah yang beroperasi dini hari kerap menimbulkan persoalan, terutama penggunaan badan jalan dan parkir kendaraan yang tidak tertata.
“Waru merupakan wajah Kabupaten Sidoarjo. Akses perbatasan harus tertib dan rapi agar tidak mengganggu pengguna jalan,” ujarnya.
Pasar tumpah tersebut diketahui beroperasi mulai pukul 01.00 hingga 05.00 WIB, dengan area aktivitas membentang dari sekitar Stasiun Waru hingga bawah Fly Over Waru. Kondisi itu sering menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di jalan utama.
Dalam penanganannya, Satpol PP masih mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan pemahaman kepada para pedagang. “Kami lakukan atensi setiap hari karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Jalan umum tidak diperuntukkan sebagai lokasi jual beli,” tegas Novianto.
Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi relokasi bagi pedagang di Pasar Kedung Rejo Baru. Proses pemindahan pedagang dilakukan secara bertahap agar tetap memperhatikan aspek sosial dan keberlangsungan usaha masyarakat. (Zen)