SIDOARJO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda Jawa Timur hingga 30 Januari 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan karena kondisi tersebut berisiko memicu bencana hidrometeorologi.
Cuaca ekstrem yang diprakirakan berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang berpotensi disertai petir dan angin kencang. Dampak lanjutan yang perlu diantisipasi antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga kemungkinan hujan es, terutama di wilayah rawan bencana.
Sejumlah daerah di Jawa Timur masuk dalam kategori waspada, di antaranya Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Malang Raya, Kediri Raya, Pacitan, serta wilayah pesisir, dataran rendah, dan kawasan perbukitan hingga pegunungan. Secara umum, puluhan kabupaten dan kota berpotensi terdampak selama periode tersebut.
Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa saat ini seluruh wilayah Jawa Timur telah memasuki musim hujan, bahkan sebagian daerah sudah berada pada fase puncak. Dalam sepuluh hari ke depan, intensitas hujan diperkirakan meningkat meski terjadi secara tidak merata.
“Dalam beberapa hari ke depan diprakirakan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” ujarnya, Sabtu (24/01).
Menurut Taufiq, kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia, adanya pertemuan massa udara, gangguan atmosfer Equatorial Rossby, serta pergerakan Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi Jawa Timur. Faktor lain seperti suhu muka laut Selat Madura yang masih hangat dan atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan hujan.
“Kondisi atmosfer tersebut mendukung terbentuknya awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang,” jelasnya.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat agar mewaspadai perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba, terutama di wilayah dengan topografi curam. Risiko yang dapat muncul meliputi banjir, longsor, jalan licin, pohon tumbang, hingga berkurangnya jarak pandang. Warga juga diminta rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sebagai langkah antisipasi. (Zen)